Perjalanan Solo
Perjalanan mengajarkan kemandirian.

Seorang software engineer mendokumentasikan Indonesia lewat motor, kearifan lokal, dan ide.
Tentang

Aku meninggalkan pekerjaan software engineering untuk menjawab satu pertanyaan.
Motor menjadi transportasi. Perjalanan menjadi pendidikan. Setiap kota menjadi riset. Setiap percakapan menjadi inspirasi.
Aku bepergian untuk memahami manusia, menemukan masalah, dan membangun solusi.
Nilai
Perjalanan mengajarkan kemandirian.
Menangkap cerita sebelum menghilang.
Setiap tempat menyimpan masalah yang menunggu solusi.
Teknologi bermakna hanya ketika melayani manusia.
Ekspedisi
Ikuti perjalanan dari Tangerang ke Bali. Buka pin untuk masuk ke setiap bab.
Linimasa

2025-05 · 0 km
Suasana: Keberangkatan
Aku membawa keterampilan, sebuah motor, dan satu pertanyaan — lalu meninggalkan ritme kantor yang familiar.
Berangkat adalah langkah pertama membangun.

2025-05 · 180 km
Suasana: Udara dataran tinggi
Negeri berkemah. Pagi berkabut. Orang mencari tempat bermalam yang aman.
Kabut menyembunyikan jalan — dan kadang masalah yang layak diselesaikan.

2025-05 · 260 km
Suasana: Keberanian
Salah satu jalan motor paling indah — tikungan yang meminta kau percaya pada diri sendiri.
Kadang jalan yang indah menuntut keberanian.

2025-06 · 380 km
Suasana: Pantai yang hangat
Pagi berselancar, meja bersama, dan homestay yang terasa seperti rumah.
Homestay yang hangat bisa mengajarkan lebih dari lobi hotel.

2025-06 · 520 km
Suasana: Air yang bercerita
Air jernih, lembah tenang, dan tempat yang butuh suara di dunia daring.
Sungai Mudal pantas mendapat storytelling yang lebih baik.

2025-06 · 610 km
Suasana: Reuni
Aku bertemu mantan rekan kerja. Kami membahas riset, industri, engineering, inovasi.
Rekan lama, cakrawala baru — percakapan sebagai riset.

2025-06 · 720 km
Suasana: Konsistensi
Peternakan ayam kecil di halaman mengajarkan lebih banyak tentang sistem daripada banyak rapat.
Alam menghargai konsistensi.

2025-07 · 980 km
Suasana: Keluasan
Garis pantai Indonesia terbuka lebar — cahaya ferry, angin asin, tepi timur Jawa.
Laut mengingatkan betapa kecilnya kita.

2025-07 · 1100 km
Suasana: Menjadi
Tiba tanpa obsesi tiba — ciptakan, bantu, terus berjalan.
Perjalanan bukan tentang sampai Bali. Melainkan menjadi seseorang yang mampu bertahan dalam ketidakpastian.
Fotografi
Peralatan
Motor
Helm
Kamera
Sarung tangan
Sepatu
Sosial
Dokumenter di tempat lain